Caviar Luncurkan Apple Iphone X Khusus Berlapis Emas 24 Karat

Menenteng sebuah smartphone dengan logo buah Apel di bab belakang tentu sudah merupakan pujian tersendiri. Apalagi jikalau itu yaitu iPhone X, yang merupakan keluaran terkini dari brand Apple, terlepas suka atau tidak dengan adanya notch di bab atas perangkat. Meski bukan pertama kali memakai notch, tetapi Apple yaitu pihak yang paling bertanggung jawab di balik kepopuleran penggunaan notch pada sebuah smartphone.


Lalu, jikalau smartphone Apple saja sudah memberi kebanggaan, bagaimana dengan Apple iPhone X yang berlapis emas 24 karat?

Adalah Caviar, sebuah perusahaan asal Rusia yang meluncurkan smartphone Apple iPhone X edisi berlapis emas 24 karat dengan dua macam model yaitu iPhone X Classic Gold dan iPhone X Liquid Gold. 



Sebenarnya smartphone berwarna emas atau gold telah banyak di luar sana, bahkan merupakan salah satu varian warna yang cukup populer. Mungkin itu yang menciptakan Caviar meluncurkan iPhone X berwarna, bukan, berlapis emas alasannya yaitu iPhone X sendiri hanya ada pilihan warna Silver dan Space Gray.

Dan saking semangatnya, Caviar bukan cuma memberinya warna emas, tetapi benar-benar melapisinya dengan emas. Anti-mainstream.

Dan akhirnya memang sangat menawan. Dua varian Classic Gold dan Liquid Gold benar-benar menciptakan iPhone X terlihat, bukan terlihat, benar-benar menciptakan iPhone X semakin mewah. Tetapi tentu saja smartphone yang menyerupai ini merupakan smartphone yang dibentuk khusus untuk segmen tertentu. Bukan cuma penggila teknologi, tetapi penggila kemewahan.


Bayangkan saja, iPhone X versi standarnya saja harganya berada di atas Rp 20an juta. Tanpa lapis emas atau tetek bengek lainnya. Kemudian dengan embel-embel lapisan emas 24 karat dengan rancangan yang menawan, tentunya harganya dapat melonjak berlipat-lipat.

Untuk versi iPhone X Classic Gold harganya sekitar $4,510 atau sekitar Rp 60 jutaan. Sementara versi Liquid Gold harganya berkisar $4,805 atau sekitar Rp 66 jutaan.

Tentu saja logo buah apel masih ada di bab punggungnya. Tentu terbuat dari emas. 



Apel emas, terdengar familiar. Ah, itu yaitu dongeng rakyat dari wilayah Eropa yang mengisahkan para penyihir jahat yang tinggal di hutan, memancing orang-orang yang tersesat di tengah hutan memakai buah apel emas. Setelah mereka memakan buah apel emas itu mereka akan terhipnotis dan tak akan pernah kembali lagi dari hutan.

Lantas hubungannya?

Yah paling tidak ada yang sama-sama hilang. Jika di dongeng rakyat tersebut orangnya yang hilang alasannya yaitu apel emas, maka untuk mendapat apel emas di dunia konkret ini uangnya yang hilang.

Tertarik?
Advertisement

Klik Untuk Komentar